Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan wilayah pesisir, baik sebagai pelindung alami dari abrasi maupun sebagai penopang kehidupan biota laut dan masyarakat pesisir. Sebagai wujud kepedulian terhadap pelestarian lingkungan, Kontributor YSPMAS, Lola Zeramenda, M.Pd., bersama Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Royal melaksanakan kegiatan edukasi lingkungan bertajuk Mangrove untuk Kehidupan Pesisir di Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, pada 27 Juni 2025.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh menurunnya kualitas ekosistem mangrove di kawasan pesisir Desa Lalang akibat tekanan aktivitas manusia dan rendahnya kesadaran masyarakat akan fungsi mangrove. Mangrove tidak hanya berperan sebagai pelindung alami pantai dari abrasi dan gelombang laut, tetapi juga sebagai habitat biota pesisir serta penopang mata pencaharian masyarakat, khususnya nelayan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat ekologis, ekonomi, dan sosial ekosistem mangrove. Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga dan melestarikan mangrove sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir secara berkelanjutan. Edukasi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami dan relevan dengan kondisi lingkungan setempat.

Selain edukasi, kegiatan ini juga diisi dengan aksi nyata berupa penanaman mangrove di kawasan pesisir yang melibatkan mahasiswa, masyarakat, dan pemuda desa, disertai dengan penamaan jenis-jenis bakau yang tumbuh di lokasi kegiatan. Jenis bakau yang diperkenalkan antara lain Rhizophora apiculata dan api-api (Avicennia sp.). Melalui kegiatan penamaan tersebut, peserta dikenalkan secara langsung pada ciri morfologi, fungsi ekologis, serta peran strategis masing-masing jenis mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Jenis api-api (Avicennia sp.) dipilih karena merupakan salah satu mangrove pionir yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi terhadap kondisi substrat berlumpur serta berperan penting dalam menahan sedimen dan memperkuat garis pantai. Penamaan jenis bakau ini juga menjadi media pembelajaran kontekstual, khususnya bagi pelajar dan pemuda desa, dalam meningkatkan literasi lingkungan dan kepedulian terhadap keanekaragaman hayati mangrove.

Melalui kolaborasi antara YSPMAS dan Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Royal, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran ekologis masyarakat serta mendorong partisipasi aktif dalam pelestarian ekosistem mangrove. Upaya ini menjadi langkah kecil namun bermakna dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir Desa Lalang demi kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera di masa mendatang
