Dosen dan Mahasiswa Universitas Samudra Normalisasi Masjid Terdampak Banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Pulihkan Kesucian dan Berdayakan Pemuda

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Fakultas Hukum Universitas Samudra melaksanakan kegiatan normalisasi dan pemulihan fungsi Masjid Nurul Yaqin di Desa Sapta Marga, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, pasca banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.
Banjir bandang menyebabkan masjid yang selama ini menjadi pusat ibadah empat desa sekitar beralih fungsi menjadi lokasi pengungsian darurat. Kondisi tersebut mengakibatkan pencemaran serius berupa endapan lumpur dan kontaminasi najis berat (kotoran manusia), sehingga masjid tidak lagi layak dan sah digunakan untuk ibadah berjamaah baik dari aspek kesehatan maupun syariat Islam.
Ketua Tim PKM, Jeri Ariansyah, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi masjid sebagai tempat ibadah yang suci sekaligus pusat ketahanan sosial masyarakat. Pendekatan yang digunakan adalah metode APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan, dan Layak), sehingga program tidak hanya fokus pada pembersihan fisik, tetapi juga edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan diawali dengan asesmen lapangan, sosialisasi kepada pengurus masjid dan tokoh agama, serta edukasi fiqh thaharah mengenai tata cara penyucian najis berat sesuai syariat Islam. Selanjutnya dilakukan pembersihan menyeluruh menggunakan teknologi kompresor air bertekanan tinggi, peralatan manual, serta penyemprotan disinfektan ramah lingkungan untuk memastikan sterilisasi area masjid.
Melalui kerja sama antara tim PKM, pengurus masjid, aparatur desa, Yayasan PSPMAS serta relawan masyarakat, masjid berhasil dibersihkan dan disucikan sehingga kembali layak digunakan untuk aktivitas ibadah berjamaah.
Tidak hanya berhenti pada pemulihan fisik, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi bagi pemuda masjid. Peralatan kompresor air yang dihibahkan dimanfaatkan untuk membuka usaha jasa pencucian kendaraan (doorsmeer), yang diharapkan menjadi sumber pemasukan berkelanjutan bagi operasional remaja masjid.
Program ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu menghadirkan solusi konkret pascabencana, sekaligus memperkuat solidaritas sosial dan ketahanan komunitas berbasis masjid.
