Akademisi Universitas Samudra dan Yayasan PSPMAS Dorong Pengembangan Wisata Edukasi Lebah Madu TAKOMA sebagai Model Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan

Simalungun – Akademisi Universitas Samudra sekaligus pengurus Yayasan Perkumpulan Studi Pengembangan Masyarakat (PSPMAS), Fahman Urdawi Nasution, S.H., M.H., melakukan kunjungan dan studi lapangan ke Wisata Edukasi Penangkaran Lebah Madu TAKOMA yang berlokasi di Nagori Sait Buttu Saribu, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Kabupaten Simalungun. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga masyarakat, dan pelaku usaha.

whatsapp image 2026 06 30 at 13.29.06

Dalam kunjungan tersebut, Fahman Urdawi Nasution meninjau secara langsung proses budidaya lebah madu, mulai dari pemeliharaan koloni lebah, teknik panen madu, proses pengolahan, hingga pemasaran produk. Selain itu, ia juga berdiskusi dengan pengelola TAKOMA mengenai berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha, termasuk penguatan kelembagaan, legalitas produk, strategi pemasaran, dan pengembangan wisata edukasi.

Sebagai dosen Universitas Samudra dan bagian dari Yayasan PSPMAS, Fahman menilai bahwa Wisata Edukasi Penangkaran Lebah Madu TAKOMA memiliki potensi besar untuk menjadi model pemberdayaan masyarakat yang mampu mengintegrasikan sektor pertanian, konservasi lingkungan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

“Potensi usaha madu di Kabupaten Simalungun sangat menjanjikan. Tidak hanya menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga mampu menjadi media edukasi, menjaga kelestarian lingkungan melalui peran lebah sebagai penyerbuk, serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa,” ujar Fahman.

Dalam kesempatan tersebut, Fahman juga mengamati berbagai produk madu yang telah dipasarkan oleh TAKOMA. Menurutnya, kualitas produk sudah cukup baik dan memiliki peluang besar untuk memasuki pasar yang lebih luas apabila didukung dengan sertifikasi produk, penguatan merek, pemasaran digital, serta pendampingan berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa Universitas Samudra memiliki komitmen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak nyata. Sementara itu, Yayasan PSPMAS berperan sebagai mitra strategis dalam mendampingi masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan penguatan kelembagaan masyarakat desa.

whatsapp image 2026 06 30 at 13.29.05 (1)

Menurut Fahman, sinergi antara perguruan tinggi, yayasan, pemerintah daerah, dan pelaku usaha merupakan kunci utama dalam menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan.

“Kolaborasi menjadi faktor penting dalam membangun UMKM yang tangguh. Universitas berkontribusi melalui inovasi dan pendampingan akademik, sementara Yayasan PSPMAS hadir sebagai mitra pemberdayaan masyarakat agar potensi lokal dapat berkembang menjadi usaha yang mandiri dan berdaya saing,” tambahnya.

Wisata Edukasi Penangkaran Lebah Madu TAKOMA sendiri telah menjadi salah satu destinasi edukasi di Kabupaten Simalungun yang memperkenalkan budidaya lebah madu kepada masyarakat sekaligus memasarkan berbagai produk olahan madu. Keberadaan TAKOMA diharapkan mampu menjadi pusat pembelajaran, wisata edukasi, dan pengembangan ekonomi masyarakat berbasis sumber daya alam lokal.

Melalui kegiatan ini, Universitas Samudra bersama Yayasan PSPMAS menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan usaha berbasis potensi desa melalui pendampingan, riset terapan, inovasi, serta penguatan kapasitas masyarakat. Diharapkan, model pemberdayaan seperti yang dikembangkan di TAKOMA dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun ekonomi desa yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing di tingkat nasional.