Training of Trainers (ToT) Sustainable Pesticide Management Framework (SPMF) sebagai Upaya Mendukung Strategi Ketahanan Pangan Tanaman Padi di BPP Sijonam Kabupaten Serdang Bedagai

image
image


Oleh : Mukti Hakim

(Mahasiswa Program Doktor Ilmu Pertanian, Universitas Muhammadiyah Malang)

Serdang Bedagai, 14-16 April 2026 – HarvestPlus Solutions Indonesia serta Kolaborasi lintas sektor (pemerintah, akademisi, swasta). Pelaksanaannya turut didukung YPS-PMAS Yayasan Pusat Studi Pembangunan Manusia dan Alam Sekitar. Kabupaten Serdang Bedagai merupakan salah satu lumbung pangan utama di Provinsi Sumatera Utara. BPP Sijonam memiliki wilayah binaan strategis (seperti Desa Pematang Sijonam) dengan produktivitas padi yang tinggi. Namun, intensifikasi pertanian konvensional yang mengandalkan pupuk kimia dan pestisida sintetis berbahaya secara berlebihan mulai mengancam ekosistem sawah dan kesehatan petani.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, peluncuran Sustainable Pesticide Management Framework (SPMF) di Indonesia menjadi acuan baru nasional untuk mewujudkan swasembada pangan yang aman. Kerangka kerja ini berfokus pada transisi bertahap dari pestisida berisiko tinggi menuju alternatif hayati dan digitalisasi. Agar konsep global ini dapat terdiseminasi dengan baik ke tingkat petani, pelaksanaan Training of Trainers (ToT) bagi para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di BPP Sijonam merupakan langkah awal yang krusial.

Tujuan dan masalah kegiatan ToT SPMF

Tujuan pelaksanaan kegiatan ini untuk menganalisis efektivitas implementasi program Training of Trainers (ToT) Sustainable Pesticide Management Framework (SPMF) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sijonam dalam mengubah paradigma perlindungan tanaman menuju sistem pertanian yang aman dan berkelanjutan.

Dalam penyampaian materi Sulaiman Ginting selaku Country Manager HarvestPlus Solutions Indonesia menjelaskan ketahanan pangan berbasis komoditas padi di Kabupaten Serdang Bedagai menghadapi tantangan degradasi hara tanah, alih fungsi lahan, dan tingginya ketergantungan pada Highly Hazardous Pesticides (HHP). Training of Trainer (ToT) Sustainable Pesticide Management ini dilaksanakan di kawasan kerja BPP Sijonam, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai. Pendekatan penelitian menggunakan metode studi kasus deskriptif kualitatif untuk mengevaluasi dampak pasca-pelaksanaan ToT SPMF terhadap kinerja penyuluh dan adopsi teknologi oleh kelompok tani. Data dikumpulkan melalui:

  • Wawancara terstruktur dengan koordinator penyuluh dan PPL BPP Sijonam.
  • Fokus Group Discussion (FGD) bersama perwakilan Gapoktan.
  • Data sekunder berupa tren produktivitas gabah (ton/ha) dan volume penggunaan pestisida kimia sebelum dan sesudah program diimplementasikan.

Implementasi Tiga Pilar SPMF di Wilayah Kerja BPP Sijonam

Berdasarkan hasil pengamatan, ToT memberikan penguatan kapasitas penyuluh dalam mentransfer tiga pilar utama kerangka kerja SPMF kepada petani setempat:

  1. Mitigasi Risiko Berbasis Sains (Pengurangan HHP): Penyuluh dilatih untuk mengidentifikasi dan membatasi peredaran pestisida berbahaya. Petani di Sijonam mulai diarahkan untuk menerapkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dengan mengutamakan musuh alami dan biopestisida.
  2. Inovasi dan Digitalisasi Pertanian: ToT mengenalkan pemanfaatan teknologi modern seperti smart spraying drones untuk efisiensi aplikasi produk perlindungan tanaman, serta sinkronisasi penataan varietas unggul demi memutus siklus hidup organisme pengganggu tanaman (OPT).
  3. Stewardship & Siklus Hidup Produk: Edukasi mengenai tata cara penyimpanan obat pertanian, keselamatan aplikator, hingga penanganan wadah bekas limbah pestisida agar tidak mencemari saluran irigasi sawah Sijonam.

Dampak Terhadap Strategi Ketahanan Pangan Lokal

Penerapan pengetahuan hasil ToT SPMF oleh PPL BPP Sijonam membawa dampak signifikan pada tiga aspek indeks ketahanan pangan:

  • Ketersediaan Pangan (Aspek Produksi): Dengan pengelolaan organisme pengganggu tanaman yang lebih presisi dan ekologis, potensi gagal panen akibat ledakan hama (seperti wereng atau tikus) dapat diminimalisir. Hal ini menjaga stabilitas hasil panen padi per hektar agar tetap berada di jalur optimal.
  • Keterjangkauan Pangan (Efisiensi Biaya): Substitusi sebagian pestisida kimia ke agen hayati dan efisiensi aplikasi via drone mampu menekan biaya input produksi pertanian. Penurunan ongkos produksi otomatis menaikkan pendapatan riil petani dan menstabilkan harga jual gabah di tingkat lokal.
  • Keamanan dan Kualitas Pangan: Beras yang dihasilkan oleh para petani binaan BPP Sijonam memiliki tingkat residu kimia yang jauh lebih rendah, sehingga aman dikonsumsi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pangan daerah.

Hasil  Kegiatan PelatihanToT SPMF

Program ToT SPMF bagi penyuluh di BPP Sijonam terbukti menjadi instrumen strategis yang efektif dalam mendukung ketahanan pangan tanaman padi. Melalui peningkatan kapasitas PPL, edukasi mengenai penggunaan perlindungan tanaman yang bertanggung jawab dapat tersampaikan secara masif ke tingkat tapak (petani). Rekomendasi keberlanjutan dari penelitian ini adalah perlunya penguatan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, akademisi, dan sektor swasta penyedia sarana produksi pertanian guna menjamin ketersediaan logistik alternatif ramah lingkungan secara konsisten.