
Ditengah kondisi alam pesisir yang memperihatinkan membuat para generasi muda tidak lagi mengenal tentang kelestarian
alam pesisir seperti ekosistem hutan mangrove dan biota lautnya. Wilayah pesisir Desa Perupuk, Kabupaten Batu Bara, memiliki potensi sumber daya alam dan sosial budaya yang sangat strategis, khususnya ekosistem mangrove yang berfungsi sebagai pelindung pantai, habitat biota pesisir, serta penyangga keberlanjutan lingkungan. Kontributor Yayasan PSPMAS, Lola Zeramend Tarigan, M.Pd , Dosen Universitas Royal dengan Mahasiswa Universitas Royal , turut berperan aktif dalam upaya pemberdayaan Kelompok Tani Cinta Mangrove melalui kegiatan diskusi pengembangan Sekolah Alam Pesisir di Desa Perupuk, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Yayasan PSPMAS dalam memperkuat pendidikan lingkungan dan konservasi berbasis potensi lokal masyarakat pesisir.
Praktik sekolah alam, desa Perupuk telah mulai diwujudkan melalui program Sekolah Alam Kilas Sejarah, yaitu program edukasi lingkungan yang diselenggarakan di kawasan Mangrove Pantai Sejarah, Kabupaten Batu Bara. Program ini mengintegrasikan pembelajaran tentang ekosistem mangrove dengan unsur sejarah dan budaya lokal, sehingga peserta didik seperti siswa yang tinggal di Desa Perupuk tidak hanya dikenalkan pada kekayaan alam pesisir, tetapi juga pada nilai-nilai historis dan identitas budaya daerahnya. Kegiatan edukasi mangrove dilakukan bersama anak-anak pesisir. Kegiatan ini dilakukan sebanyak 1 kali dalam seminggu. Kegiatan edukasi mangrove ini memiliki beberapa tahapan yaitu observasi, identifikasi mangrove, membuat media ajar dan melakukan edukasi mangrove berdasarkan yang telah didapatkan pada saat identifikasi lapangan. Kegiatan ini berfokus pada anak- anak agar kesadaran tentang pentingnya mangrove ditanamkan sejak dini sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan dan warisan lokal.
Kontributor Yayasan PSPMAS berperan aktif dalam mendampingi Kelompok Tani Cinta Mangrove, baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan edukatif yang mengintegrasikan konservasi ekosistem mangrove dengan pembelajaran kontekstual bagi masyarakat dan peserta didik. Sekolah Alam Pesisir dikembangkan sebagai ruang belajar terbuka yang memanfaatkan kawasan pesisir dan mangrove sebagai laboratorium alam.

Melalui program ini, kelompok tani tidak hanya berfungsi sebagai pelaku konservasi, tetapi juga sebagai agen edukasi lingkungan bagi generasi muda dan masyarakat sekitar. Kegiatan pembelajaran diarahkan pada peningkatan literasi lingkungan, pemahaman fungsi ekologis mangrove, serta penguatan sikap peduli dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir.
Pemberdayaan Kelompok Tani Cinta Mangrove melalui Sekolah Alam Pesisir diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam pengelolaan lingkungan pesisir secara berkelanjutan, sekaligus mendorong sinergi antara pendidikan, konservasi, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Yayasan PSPMAS berkomitmen untuk terus mengembangkan program serupa sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis edukasi lingkungan di wilayah pesisir.
