Universitas Samudra Hadirkan Pendampingan Hukum dan Digitalisasi Arsip untuk Mitigasi Bencana di Aceh Tamiang

Dalam upaya memperkuat ketahanan masyarakat pascabencana, Universitas Samudra melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tanggap Darurat Bencana Tahun 2026 menggelar kegiatan di Desa Simpang Lhee, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. Program yang diketuai oleh Hendri Dwitanto, S.H., M.Kn., dosen Fakultas Hukum Universitas Samudra, ini berfokus pada pendampingan hukum darurat dan digitalisasi arsip keluarga sebagai langkah mitigasi administratif pascabanjir.

whatsapp image 2026 02 26 at 13.25.47

Bencana banjir yang melanda Desa Simpang Lhee beberapa waktu lalu tidak hanya merendam pemukiman warga, tetapi juga melumpuhkan administrasi desa. Sejumlah alat perkantoran di balai desa seperti komputer, printer, dan lemari arsip rusak terendam banjir. Akibatnya, data kependudukan dan dokumen penting warga yang tersimpan secara fisik ikut rusak, menghambat pelayanan publik serta akses warga terhadap hak-hak sipil mereka pascabencana.

Menjawab persoalan tersebut, tim PkM Universitas Samudra merancang program kolaboratif yang menggabungkan aspek hukum dan teknologi. Tim PkM hadir tidak hanya untuk membantu pemulihan fisik, tetapi juga memastikan warga memiliki kepastian administratif. Untuk mendukung digitalisasi arsip, tim memberikan bantuan berupa printer dan hard disk sebagai media penyimpanan eksternal. Dengan peralatan tersebut, perangkat desa diharapkan dapat mencetak kembali dokumen-dokumen penting serta menyimpan data kependudukan secara digital agar lebih aman apabila bencana terjadi kembali.

whatsapp image 2026 02 26 at 13.23.55

Digitalisasi arsip keluarga menjadi solusi jangka panjang agar dokumen penting tidak mudah rusak saat bencana datang kembali. Tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa ini melatih warga cara memindai (scan) dokumen, menyimpannya secara digital, serta memanfaatkan penyimpanan berbasis digital. Dengan arsip digital, warga bisa dengan mudah mengakses dokumen kapan pun dan di mana pun, bahkan jika perangkat kantor desa rusak akibat bencana.

Kepala Desa Simpang Lhee, Ahmad Yani, mengapresiasi inisiatif Universitas Samudra. “Bantuan ini sangat nyata dan langsung dirasakan warga, terutama dalam memulihkan data-data penting kami. Semoga kerja sama seperti ini terus berlanjut,” harapnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Yayasan PSPMAS, Fahman Urdawi Nasution, S.H., M.H., yang turut berkontribusi dalam pendampingan serta penguatan kapasitas aparatur desa. Kehadiran yayasan tersebut semakin melengkapi upaya pemulihan dan memastikan pelayanan administrasi desa dapat kembali berjalan optimal.

Program PKM Tanggap Darurat Bencana Universitas Samudra tahun 2026 ini merupakan wujud nyata tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat. Dengan pendekatan mitigasi administratif, diharapkan desa-desa rawan bencana di Aceh Tamiang dapat lebih siap menghadapi situasi darurat, tidak hanya secara fisik tetapi juga secara dokumen dan legalitas.