Dosen Universitas Tjut Nyak Dien Medan Implementasikan Model Integrasi Sawit–Sapi untuk Dukung Ketahanan Pangan dan Perkebunan Sawit Berkelanjutan di Langkat

Langkat 15 Juni 2026– Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tjut Nyak Dien Medan melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui program bertajuk “Model Integrasi Sawit–Sapi untuk Mendukung Pangan dan Pembangunan Perkebunan Sawit Berkelanjutan di Pematang Jaya, Langkat.” Kegiatan ini bertujuan meningkatkan produktivitas perkebunan sawit sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat melalui penerapan sistem integrasi sawit dan peternakan sapi.

whatsapp image 2026 06 30 at 13.26.29

Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Pematang Jaya, Kabupaten Langkat ini diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Tri Martial, M.P. dari Universitas Tjut Nyak Dien Medan, dengan anggota Dr. Irwan Agustru Putra, S.P., M.P. dan Dr. Randi Mulianda, S.P., M.P. Program ini juga mendapat dukungan dari Yayasan PSPMAS yang melibatkan Fahman Urdawi Nasution, S.H., M.H. dari Universitas Samudra, M. Arief Tirtana, S.Pd., M.Si. dari Universitas Tjut Nyak Dien Medan, serta Ahmad Rizki Harahap, S.Pd., M.Si. dari Universitas Deli Sumatera.

Dalam kegiatan tersebut, tim memberikan pelatihan kepada kelompok tani mengenai pemanfaatan limbah perkebunan sawit sebagai bahan baku pakan ternak melalui teknologi fermentasi. Selain itu, peserta juga memperoleh demonstrasi penggunaan mesin pencacah hijauan pakan yang diserahkan kepada kelompok tani sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas produksi pakan ternak.

whatsapp image 2026 06 30 at 13.26.20

Ketua tim pengabdian, Prof. Dr. Ir. Tri Martial, M.P., menjelaskan bahwa sistem integrasi sawit–sapi merupakan salah satu model pertanian berkelanjutan yang mampu memberikan manfaat ganda. Pelepah sawit dan hijauan di sekitar kebun dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak, sementara limbah peternakan dapat diolah menjadi pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah perkebunan.

“Melalui model integrasi ini, kami berharap petani tidak hanya memperoleh hasil dari sektor perkebunan sawit, tetapi juga memiliki tambahan pendapatan dari usaha peternakan sapi. Konsep ini menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi usaha tani sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat,” ujar Prof. Tri Martial.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan praktik langsung pembuatan pakan fermentasi (silase) menggunakan bahan-bahan lokal yang mudah diperoleh. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan proses, mulai dari pencacahan hijauan, pencampuran bahan fermentasi, hingga teknik penyimpanan pakan agar memiliki kualitas yang baik.

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung keberlanjutan program, tim pengabdian turut menyerahkan bantuan berupa mesin pencacah pakan beserta perlengkapannya kepada kelompok tani. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas peternakan dan memperkuat kelembagaan kelompok.

whatsapp image 2026 06 30 at 13.26.30

Melalui kegiatan ini, Universitas Tjut Nyak Dien Medan menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata di lapangan. Sinergi antara perguruan tinggi, masyarakat, pemerintah, dan Yayasan PSPMAS diharapkan mampu menjadi model kolaborasi dalam mendorong pembangunan pertanian dan perkebunan sawit yang produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan di Kabupaten Langkat.