Fakultas Hukum Universitas Samudra Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis OBE

Langsa — Fakultas Hukum Universitas Samudra menyelenggarakan Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) sebagai bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan hukum yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 5–6 Agustus 2026, tersebut dilaksanakan di Aula Sulaiman Al-Qanuni, Fakultas Hukum Universitas Samudra.

whatsapp image 2026 08 08 at 16.59.35

Workshop ini menghadirkan Aditya Rivaldi, S.H., LL.M., Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, sebagai pemateri. Dalam kegiatan tersebut, Aditya Rivaldi memberikan pendampingan dan penguatan kepada para dosen dalam merancang serta mengembangkan kurikulum yang berorientasi pada learning outcomes dan kebutuhan kompetensi lulusan di bidang hukum.

Kegiatan workshop dibuka oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Samudra, Dr. Liza Agnesta Krisna, S.H., M.H. Sementara itu, rangkaian kegiatan dipandu oleh Fahman Urdawi Nasution, S.H., M.H. selaku moderator. Kehadiran moderator berperan dalam mengarahkan jalannya diskusi, mengelola sesi interaksi antara pemateri dan peserta, serta memastikan proses pembahasan berbagai aspek pengembangan kurikulum berlangsung secara sistematis dan konstruktif.

Workshop ini diikuti oleh para dosen Fakultas Hukum Universitas Samudra dengan fokus utama pada penyusunan dan penyempurnaan kurikulum yang inovatif, adaptif, serta responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dinamika profesi hukum, serta kebutuhan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai konsep Outcome Based Education (OBE). Pendekatan OBE menempatkan capaian pembelajaran sebagai titik utama dalam keseluruhan proses pendidikan, mulai dari perumusan profil lulusan, penyusunan capaian pembelajaran lulusan (CPL), perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, hingga evaluasi hasil belajar.

Penerapan OBE juga menuntut adanya keterkaitan yang jelas dan konsisten antara profil lulusan, CPL, bahan kajian, struktur mata kuliah, metode pembelajaran, asesmen, dan evaluasi capaian pembelajaran. Dengan demikian, kurikulum tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga memastikan bahwa mahasiswa benar-benar memperoleh kompetensi yang dibutuhkan setelah menyelesaikan pendidikan.

Melalui workshop ini, Fakultas Hukum Universitas Samudra melakukan penyelarasan berbagai komponen kurikulum agar memiliki keterkaitan yang lebih kuat dengan kompetensi lulusan yang diharapkan. Proses tersebut mencakup peninjauan terhadap profil lulusan, perumusan CPL, pemetaan bahan kajian, penyusunan struktur mata kuliah, hingga pemilihan strategi pembelajaran dan sistem asesmen yang mendukung pencapaian kompetensi mahasiswa.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Samudra, Dr. Liza Agnesta Krisna, S.H., M.H., menegaskan bahwa pengembangan kurikulum merupakan salah satu aspek fundamental dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi hukum. Menurutnya, kurikulum perguruan tinggi harus mampu mengikuti perkembangan zaman sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

“Melalui kegiatan ini, Fakultas Hukum Universitas Samudra berkomitmen membangun kurikulum unggul yang berorientasi pada kualitas lulusan dan kebutuhan masyarakat.”

Lebih lanjut, Aditya Rivaldi, S.H., LL.M., menekankan bahwa keberhasilan implementasi OBE sangat ditentukan oleh konsistensi antara tujuan pendidikan, proses pembelajaran, dan sistem evaluasi. Menurutnya, setiap komponen dalam kurikulum harus dirancang secara terintegrasi sehingga capaian pembelajaran yang telah ditetapkan benar-benar dapat diukur melalui proses pembelajaran dan asesmen yang tepat.

Dalam proses workshop, peserta juga terlibat secara aktif melalui diskusi dan pembahasan berbagai aspek teknis pengembangan kurikulum. Fahman Urdawi Nasution, S.H., M.H. selaku moderator memfasilitasi jalannya diskusi dan interaksi peserta dengan pemateri sehingga berbagai persoalan dan tantangan dalam implementasi kurikulum berbasis OBE dapat dibahas secara lebih mendalam.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan pemahaman konseptual mengenai OBE, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap penyempurnaan dokumen kurikulum Fakultas Hukum Universitas Samudra. Kurikulum yang dihasilkan diharapkan lebih relevan, sistematis, terukur, dan mampu menjawab perkembangan kebutuhan kompetensi lulusan hukum di masa mendatang.

Workshop pengembangan kurikulum berbasis OBE tersebut menjadi salah satu langkah strategis Fakultas Hukum Universitas Samudra dalam memperkuat tata kelola akademik, peningkatan mutu pembelajaran, dan daya saing institusi. Implementasi kurikulum yang berorientasi pada capaian diharapkan mampu menghasilkan lulusan hukum yang tidak hanya memiliki penguasaan pengetahuan teoritis, tetapi juga memiliki kemampuan analitis, keterampilan profesional, kemampuan memecahkan persoalan hukum, serta karakter yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja dan kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Hukum Universitas Samudra menegaskan komitmennya untuk terus melakukan inovasi dan penguatan mutu akademik, khususnya melalui pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi dosen, serta penyelenggaraan proses pembelajaran yang berorientasi pada capaian lulusan. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan pendidikan hukum yang unggul, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan perkembangan pendidikan tinggi serta profesi hukum di masa depan.